"Perih dan panas," tutur Nangimah saat ditemui di rumah mertuanya yang berada di gang Cempaka I no 5, Rabu (10/2/2010). Untuk sementara, Nangimah memang akan tinggal di rumah tersebut. Karena sebagian rumahnya yang berada di Jalan Geger Arum I no 77 RT 02 RW 02 Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari ambruk setelah ledakan terjadi.
Dirinya menuturkan, peristiwa tesebut tejadi saat ia sedang mencuci beras di kamar mandi yang letaknya tidak jauh dari dapur. Kompor gas saat itu sedang digunakan untuk memasak air untuk minum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba pas keluar langsung kena api, tapi api itu tidak sampai membuat kebakaran," terangnya.
Dengan menahan rasa sakit akibat terbakar, ia pun berlari keluar rumah untuk menyelematkan diri. Sementara itu, suami, kedua anak dan 11 orang mahasiswa yang indekos di tempatnya yang masih terlelap tidur langsung langsung berlarian keluar rumah.
"Walaupun sakit saya paksakan lari," tutur Nangimah.
Sekitar 10 menit kemudian, ia pun dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan. Saat hendak dibawa,tiba-tiba bagian setengah rumah di bagian belakang ambruk. Luas rumah Nangimah sekitar 20 meter kali 6 meter dengan 2 lantai. Yang ambruk yaitu sekitar 10 meter kali 6 meter, termasuk bagian dapur, ruang tengah, dan 3 kamar indekos di lantai 2, 1 kamar indekos di lantai 1 dan juga kamar mandi.
"Untung saya langsung keluar, kalau tidak, pasti terkurung di kamar mandi," kata Nangimah. (tya/lom)











































