Menurut Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Kementerian Agama Kota Bandung Zaidin Burhani acara ini merupakan aplikasi pengajaran agama di sekolah.
"Manasik ini diikuti lebih dari 200 RA dari seluruh Bandung. Kita adakan sebagai bentum aplikasi pengajaran agama di sekolah," tutur Zaidin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Do'a yang diajarkan di sekolah sekarang diaplikasikan di lapangan," jelas Zaidin.
Pelaksanaan manasik inipun dibuat semirip mungkin dengan aslinya. "Kita buat seperti sungguhnya. Dari berkumpul di Arafah, keliling Ka'bah hingga pulang ke tanah air," papar Zaidin.
Sebanyak 4.250 anak itu menjadi 166 kloter. Acara ini diselenggarakan PD Ikatan Guru Raudhatul Adfal Kota Bandung bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Bandung.
"Ini sudah penyelenggaraan ke-22. Sudah jadi agenda tahunan," ujar Zaidin.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini cukup mendapat apresiasi dari para guru dan siswa.
"Anak-anak senangnya melempar dan lari-lari. Sisanya kepanasan. Tapi saya kira sudah cukup mewakili pelaksanaan haji,"tutur Maemunah (27) guru dari RA Jabar Rahmah.
"Senang ikut lari-lari dan lempar-lempar," ujar Bilal Okto Putra (5) siswa RA Jabar Rahmah.
(dip/tya)











































