Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iming Ahmad, saat ditemui usai acara di Taman Abdi Negara Jalan Pasir Impun, Selasa (9/2/2010).
"Kalau tidak ada kekeliruan dalam pembangunannya kan tidak mungkin ambrol," kata Iming.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah diteliti ke lapangan termyata benteng tersebut tidak pakai sekur dan angker atau biasa disebut beton bertulang," jelas Iming.
Seharusnya, benteng yang menempel di bibir sungai tersebut memakai beton bertulang hingga ke dasar agar kuat menopang.
"Kan itu menempel di bibir sungai, harusnya pakai beton bertulang sampai bawah," ujar Iming.
Jika memang terbukti ada kelalaian, kata Iming, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada aparat hukum. "Kalau masalah itu nantinya diselesaikan aparat hukum, kami kan hanya melihat dari sisi konstruksi bangunannya saja," ujar Iming.
(avi/tya)










































