Hal ini dituturkan Yanyan Wadanimar selaku Ketua Panitia Lomba Logo dan Tagline Bandung 200 tahun. Ketika ditemui wartawan di sela-sela penilaian di Campus Centre ITB.
"Sampai jam 00.00 WIB kemarin ada 209 peserta. Tersebar dari Bandung dan luar kota," tutur Yanyan. Ditambahkannya, 17 peserta lomba berasal dari luar Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penilaian akan berlangsung selama 3 hari sampai Rabu besok," ujar Yanyan.
Penilaian logo akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu, penyaringan ke 20 besar, 5 besar dan pengukuhan logo Bandung 200 tahun.
"Tahapan pertama dari 287 desain dipilih 20 besar. Hari Rabu dibawa ke walikota. Nanti dipaparkan oleh juri kenapa logo-logo itu terpilih," terang Yanyan.
"Tanggal 11 dipilih 5 besar. Tanggal 12 sampai 19 Februari polling sms. Logonya akan dipajang di baligo, spanduk dan megatron. Jadi masyarakat bisa melihat sebelum memilih," tutur Yanyan.
Hingga saat ini, 287 logo itu masih terus dipasang di jendela Campus Centre ITB. "Semua dicetak ulang ke A4 agar jurinya tidak bingung," ujar Yanyan.
Tim juri terdir dari 5 orang dari kalangan akademisi dan pemerintahan.
"Tim juri ada 5 orang yaitu, Eddi Siswadi Sekda Pemkot Bandung, Herry Hudraysah Marketing SBM ITB, Indarsah Tirtawijaya Dosen FSRD ITB, Woerjantari Soedarsono Dosen SAPPK ITB dan Fikri Satari dari BCCF," tutur Yanyan.
(dip/lom)











































