"Mau gimana lagi, harus tetep cari uang. Meski kadang tidak laku," ujar Ai kepada detikbandung saat ditemui di lokasi banjir, Sabtu (6/2/2010).
Ibu dari lima anak ini sehari-hari berwirausaha untuk menghidupi keluarganya. "Sehari-hari jualan. Saya jualan yang musiman saja, seperti sekarang rambutan. Jadi meskipun banjir harus tetap berjualan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain untuk tidak mengungsi, kata Ai karena ada salah satu anggota keluarganya yang terkena stroke. "Lagian keluarga saya ada yang kena stroke. Sekarang lagi ada di atas, di bekas kandang merpati," kata Ai.
Meskipun setiap hujan rumahnya menjadi langganan banjir, Ai memilih tetap bertahan di Kampung Cieunteung. "Ah disini saja, sudah betah saya," tuturnya.
(avi/bbp)











































