Pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan Bandung menemukan unsur kelalaian pada pembangunan benteng di perumahan The Green Ciumbuleuit. Maka itu, pengembang yaitu PT Wahana Bangun Prima akan diminta keterangan.
"Kami sudah survei ke lokasi longsor. Sementara ini, kami memang melihat adanya unsur kelalaian," jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung, Iming Ahmad, kepada wartawan di lokasi longsor yang menimpa rumah warga, Sabtu (6/2/2010).
Adanya unsur kelalaian itu, kata Iming, pihaknya akan secepatnya meminta keterangan pada pengembang. "Ya, unsur kelalaian itu berupa konstruksi dan pondasi yang tidak sempurna," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah wartawan mencoba konfirmasi ke kantor PT Wahana Bangun Prima yang berlokasi di pusat pertokoan The Promenade, Jalan Cihampelas. Kantor bernomor 119 E itu terlihat sepi. Seorang staff yang ditemui di lantai dua kantor tersebut, enggan berkomentar. Namun dia membenarkan kalau PT Wahana Bangun Prima memang berkantor di lokasi ini.ย
"Saya nggak tahu apa-apa. Penanggung jawabnya lagi ke luar kota ," jelas wanita yang mengaku bernamaย Eti ini.
Benteng setinggi 25 meter milik perumahan The Green Ciumbuleuit ambrol. Peristiwa yang terjadi Sabtu (6/2/2010), pukul 1.30 WIB dini hari tersebut menimpa dua rumah warga di Jalan Bukit Indah Dalam, Kampung Cisatu, RT 4 RW 7, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Bandung. Lokasi rumah warga tepat di bawah benteng tersebut. Sementara empat rumah warga terendam air Sungai Cipaganti yang arus airnya tersumbat reruntuhan longsor. (bbp/bbp)











































