Shafiya (9 bulan) penderita sakit kuning sejak lahir dan ada dugaan kelainan hati dan empedu, kini hanya bisa menangis kencang setiap harinya. Bahkan bayi malang itu hanya mau tidur bila berada digendongan orang tuanya.
"Tiap malam kalau mau tidur harus digendongan. Kalau ditaruh di tempat tidur, ya nangis lagi," ujar Ela Nurlaela (23), sang ibu bayi ketika ditemui di rumahnya, Jalan Jurang, Gang Akinari 680, RT 09/RW 05, Kota Bandung, Kamis (4/2/2010).
Untuk menyiasati, setiap malam Ela dan suaminya, Rahmat Solehudin (26), bergantian menggendong buah hatinya tersebut. "Kasihan lihatnya. Kalau nggak digendong bisa-bisa tidak tidur semalaman," ujar Ela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anaknya susah sekali makan. Maunya hanya minum susu. Baru mau makan kalau diberi nasi lembut campur ikan," ungkapnya.
Meski begitu, Ela dan suaminya tetap bersyukur memiliki anak walau dengan kondisi kesehatan yang tidak baik.
"Saya dan suami tetap akan merawat Shafiya sebaik-baiknya," tuturnya.
Shafiya lahir pada 4 Mei 2009. Bayi tersebut lahir dengan bantuan. "Sejak tiga hari lahir, bidan sudah memvonis sakit kuning," ungkap Ela.
"Pernah dibawa ke RSHS bulan Juli kemarin. Dirawat sembilan hari. Selama dirawat divonis kuning. Tetapi ada dugaan sakit kelainan hati dan empedu," tambah Ela.
(dip/bbp)











































