Tolak Jadi PNS, Lebih Pilih Jepret Orang

Sudut Bandung: Juru Foto Keliling

Tolak Jadi PNS, Lebih Pilih Jepret Orang

Tendi Mahadi - detikNews
Kamis, 04 Feb 2010 11:17 WIB
Tolak Jadi PNS, Lebih Pilih Jepret Orang
Bandung - Tak perlu memiliki pendidikan tinggi untuk bisa memperoleh kerja dan menghasilkan rupiah. Itu pula perkataan Sutisna, juru foto keliling yang biasa beroperasi di alun-alun Kota Bandung. Sutisna yang lulusan sebuah SD di Kota Bandung ini bercerita, pada zamannya lulus sekolah dulu, pekerjaan apa pun bisa didapat. Mulai guru hingga menjadi tentara.
 
"Apa aja bisa," kenangnya.
 
Namun ia tak memilih profesi lain. Sutisna tak berminat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) seperti yang banyak diincar saat ini. Alasan yang ia gunakan adalah faktor gaji yang menurutnya terlalu kecil saat itu. Ia lebih mengidamkan menjadi seorang wiraswasta dengan harapan pemasukan yang bisa lebih besar.
 
"Gaji PNS dulu gak seberapa, padahal jadi guru tinggal minta," ujarnya.

Hal senada diungkapkan teman seprofesinya, seorang pria berpenampilan lusuh. Ia memperkenalkan dirinya Sanip. Sama seperti Sutisna, ia pun lulusan SD dengan cita-cita berusaha swasta dengan tukang foto keliling sebagai jalan hidupnya.

"Dulu nggak kepikiranlah jadi PNS," tutur Sanip.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata alasannya serupa dengan Sutisna yang memersoalkan masalah gaji yang dinilai kecil walau masa pensiun terjamin.
 
Mereka akhirnya melatih kemampuannya menjadi seorang juru foto keliling. Ia beralasan, uang yang dapat diperoleh dari hasil jepretan kamera lebih menjanjikan.

"Kerjaan seperti ini masih dibutuhkan banyak orang. Terutama orang-orang yang datang ke lokasi rekreasi di Kota Bandung. Orang masih senang mengabadikan fotonya. Saya pun senang menjepretnya," ungkap Sanip.
 
Sanip dan Sutisna tak menampik bila saat ini kamera makin murah dan mudah digunakan. Soal konsumen pun, kata dia, jelas berkurang. Hampir setiap orang yang datang membawa kamera dan bisa mengabadikan momen mereka sendiri.
 
"Berkurangnya sangat jauh dibanding dulu," timpal Sanip.
 
Namun, mereka sepertinya akan terus berprofesi menjadi juru foto keliling. Menawarkan orang-orang untuk difoto dengan latar belakang Masjid Raya Jabar demi rupiah. Ia mengakui tak memiliki kemampuan lain yang bisa diandalkan sementara persaingan kerja semakin ketat.

"Lulusan SMA saja susah kerja, apa lagi SD seperti saya," keluh Sutisna diamini rekan itu.

(bbp/tya)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads