"Pakai Google Map kita bisa langsung mencari rute terjadinya kebakaran. Sehingga waktur respon kita lebih cepat," ujar Kepala Damkar Kota Bandung Prijo Soebiandono kepada detikbandung, belum lama ini.
Namun Prijo mengaku teknologi tersebut belum sempurna. Perlu perangkat tambahan yang bernama Thermal Imaging Camera. Perangkat ini akan menangkap panas dan kemudian meneruskan ke sistem yang kemudian memberikan peringatan awal kepada petugas piket di kantor Damkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tutur Prijo, waktu respon petugas Damkar dari markas ke lokasi kejadian yang masih dalam radius 3,5 kilometer dipatok 15 menit. Dengan adanya sistem ini, Prijo menjamin waktu responnya lebih cepat.
Tapi hingga kini, teknologi tersebut belum bisa dipergunakan. Hal tersebut, kata Prijo, karena pengajuan pembelian Thermal Imaging Camera belum dikabulkan oleh DPRD kota Bandung. Padahal perkiraan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 600 juta.
"Kalau Google Map-nya sih sudah sering kita pergunakan. Kita pakai Google Map untuk mencari rute. Sedangkan sistem tersebut bisa beroperasi dengan optimal jika ada perangkat Thermal Imaging Camera. Kita sudah mengajukan 3 kali ke DPRD Kota Bandung. Tapi masih belum dikasih juga," keluhnya.
(afz/bbp)











































