Dijual ke Pasar Andir dan Cileunyi

Pabrik Mie Berformalin Digerebek

Dijual ke Pasar Andir dan Cileunyi

Avitia Nurmatari - detikNews
Selasa, 02 Feb 2010 20:45 WIB
Dijual ke Pasar Andir dan Cileunyi
Bandung -

Selama enam bulan memproduksi mie berformalin, pemilik pabrik 'Mie RR', Widaningsih (47), mengaku menjualnya ke sejumlah pasar. Antara lain ke pasar Andir dan Cileunyi.

"Mie itu saya jual ke beberap pasar di Bandung. Di antaranya ke Pasar Andir dan Cileunyi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/2/2010).

Menurut Widaningsih (47), mie berformalin bisa awet hingga dua hari. Bahan pengawet tersebut ia dapatkan di salah satu toko kimia di kawasan Jalan Gardu Jati, Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu jerigennya 300 ribu rupiah. Itu jerigen kapasitas 10 liter," katanya.

Dirinya mengaku sudah bertanya pada BPPOM mengenai bahan yang bisa mengganti formalin. Tapi hingga saat ini, kata dia, pihak terkait tidak memberikan solusi.

"Walaupun formalin bahaya, saya terpaksa tetap buka pabrik. Karena saya kasihan pada delapan pekerja," tuturnya.

Widaningsih siap berhenti menggunakan formalin jika ada bahan pengawet lainnya. Dia pun mengungkapkan, tidak hanya pabriknya saja yang menggunakan formalin dalam pembuatan mie. Yang ia tahu, sekitar 17 pabrik mie yang juga pakai formalin.

"Kalau saya kadarnya sedikit, nggak tahu yang lain. Sepertinya tidak hanya mie saja yang pakai formalin, makanan lain juga banyak," ketus ibu 2 anak ini.

Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pemilik pabrik dan tiga saksi. Saksi itu terdiri dari ketua RT setempat dan dua pekerja pabrik mie.

"Selain itu, kami mengamankan barang bukti berupa satu jerigen berisi 10 liter formalin dan 12 karung atau 1 ton mie siap jual," katanya.

Arman menambahkan, pihak polisi saat ini masih memeriksa pemilik dan tiga saksi itu. Bila terbukti melanggar hukum, maka akan dikenai UU Perlindungan Konsumen, UU Kesehatan dan UU Pangan.

(bbp/tya)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads