Hampir setahun penderitaan menimpa Ayi (11), pasien yang tulang kering kaki kirinyanya menyembul setelah dibawa ke dukun pengobatan tulang. Selama itu pula, Ayi tak bisa berjalan normal dan beraktivitas seperti teman-teman sebayanya.
"Sudah setahun tidak bisa jalan. Kalau terpaksa jalan ya harus pakai tongkat. Itupun sulit," tutur kakak kandung Ayi, Supri (21), saat ditemui wartawan di ruang ortopedi RSHS Bandung, Selasa (2/2/2010).
Menurut Supri, sejak tulang menyembul keluar, aktivitas Ayi hanya banyak berada di rumah. Kegiatan sekolah pun tidak dilakukan. "Mau bagaimana, jalan saja sulit," ujar Supri sedih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah sering menanyakan ke saya atau ibunya. Kapan bisa sekolah, kapan bisa main, bosan di rumah terus," cerita Supri menirukan Ayi.
Kini Ayi masih tergolek lemah di Ruang Ortopedi Anak RSHS. Rencananya ia akan menjalani operasi pencangkokan tulang minggu ini.
Siswa kelas tiga SD Wanasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, ini mendapat perawatan di ruang ortopedi RSHS Bandung. Ayi mulai dirawat sejak Sabtu 30 Januari 2010.
(dip/bbp)











































