Kain penutup warna putih yang berlumuran darah dari kepala Emon, dibuka Syifa dengan tegar. Dia terus memandang wajah suami tercinta yang diduga kuat tewas bunuh diri dari jembatan layang Kiaracondong.
Syifa yang sedang hamil dua bulan ini terlihat masih mencoba menahan laju air mata. Selain mencium keningnya, Syifa juga mengelus-elus kepala Emon.
Sekitar lima menit berada di kamar mayat, Syifa segera keluar menemui keluarga Emon yang sudah menunggu.
Tak berselang lama, tangis Syifa pecah. Beberapa kali ia berteriak histeris. "Saya sudah pasrah. Mau apa lagi, mungkin memang jalannya harus begini," ujar Syifa.
(dip/bbp)











































