Emon Tarman (27), warga Rancaekek yang tewas usai loncat dari jembatan layang Kiaracondong (Kircon), Minggu (31/1/2010) malam, tak langsung meninggal seketika. Emon masih sempat bernafas dan sempat mendapatkan pengobatan di RS Santo Yusup.
Korban mengalami luka patah tulang di bagian tengkorak dan lengan kanan, serta pembengkakan pada otak. Hal tersebut diungkapkan salah seorang petugas dari Polsek Kiaracondong, Bripka Agus Cuncun saat ditemui di kamar mayat RSHS Bandung, Senin (1/2/2010).
"Pada saat ditemukan setelah terjun, korban masih bernafas. Namun korban mengalami patah tulang tengkorak, lengan kanan dan bengkak pada otak," ujar Cuncun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat dibawa ke RSHS, kondisi korban masih berlumuran darah di bagian kepala. Terlihat dari rembesan darah pada kain penutup jenazah. Pakaian korban disimpan dalam kantong keresek berwarna kuning yang tak jauh dari jenazahnya.
Emon Tarman merupakan warga Jalan Cempaka IX No 30 RT 6 RW 21, Rancakek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (tya/bbp)











































