Ajid (45) pemilik kios sekaligus saksi mata menuturkan, kejadian diperkirakan sekitar pukul 24.00 WIB, Minggu (31/1/2010) dini hari. Saat kejadian, ia berada di dalam kios tengah beristirahat.
"Sekitar 100 motor. Rata-rata pakai motor 2 tax," kata Ajid kepada wartawan, Minggu (31/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilempar tiga kali. Dua kena kaca, satu lagi tidak(kena)," kata Ajid.
Setelah melempar, gerombolan tersebut kabur ke arah Jalan Ahmad Yani. Disinggung apakah mereka membawa senjata tajam atau bendera geng, Ajid tidak dapat memastikannya. "Di belakang punggungnya pada nonjol, kayaknya golok-samurai," ujarnya.
Kios tersebut, kata Ajid, selalu digunakan sebagai tempat nongkrong pelajar salah satu SMA swasta dan juga alumni. Ia mengaku, kejadian pengerusakan kiosnya baru pertama kali terjadi. "Baru sekarang saja, sebelumnya nggak pernah ada," ujar Ajid.
Dihubungi via telepon, Wakil Kepala Satuan Reskrim Polwiltabes Bandung Kompol Andre Gama menyampaikan, pihaknya belum menangkap pelaku yang diduga geng motor.
"Belum ada," kata Andre singkat lewat pesan singkat yang diterima detikbandung.
(dip/dip)











































