Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMKN 1 Bandung Komala. Menurutnya program ini dimulai sejak 4-5 tahun lalu ketika pihaknya mengajukan proposal ke pusat dan meminta siswa kelas 2 jurusan pemasaran ikut UN.
"Karena siswa jurusan pemasaran, di kelas 3 harus membuat praktek kewirausahaan dan akan sulit jika mereka harus berkonsentrasi pada UN," ujarnya saat ditemui dalam istighosah di SMKN 1 Bandung Jalan Wastukencana, Sabtu (30/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Komala sebetulnya tidak ada pengurangan atau penambahan mata pelajaran pada siswa kelas dua jurusan pemasaran. Hanya saja mata pelajaran yang di UN kan dipadatkan di dua tahun pertama dan tahun ketiga lebih fokus pada kewirausahaan.
"Seperti misalnya mata pelajaran matematika, selama 50 jam diberikan di dua tahun pertama, di tahun ketiga tidak dapat. Mata pelajaran yang tidak di UN kan bisa dibagi dua, jadi masalah formasi mata pelajaran saja yang berbeda," jelasnya.
Menurut Komala terlihat perbedaan yang jelas antara siswa kelas 2 dan siswa kelas 3 yang mengiktui UN. Dimana siswa kelas 2 bisa melaksanakan UN lebih santai dibandingkan kelas 3.
"Siswa kelas 2 cenderung lebih santai karena mereka masih punya kesempatan di kelas 3 nanti, namun biasanya tetap pada lulus semua," paparnya.
Jumlah siswa yang ikut UN tahun ini di SMKN 1 Bandung untuk kelas 3, 443 orang dan kelas 2, 102 orang. Untuk kelas 3 yang mengikuti ujian dari jurusan akutansi, administrasi perkantoran, dan usaha perjalanan wisata.
(ema/ema)











































