"Saya setuju pengadaan laptop dari SKPD pada RAPBD 2010 ditiadakan saja," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Balai Kota Bandung, Jumat (29/1/2010).
Menurut Edi, sejak awal pihaknya membuat skenario program seefisien mungkin, berhemat sehingga tidak terjadi pemborosan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edi, di masing-masing SKPD masih tersedia laptop yang bisa digunakan dalam kegiatan-kegiatan seperti yang disebutkan oleh SKPD dalam RAPBD 2010.
"Gunakan saja yang ada, karena tidak harus setiap pemegang kegiatan memiliki laptop masing-masing, jadi ga efisien satu orang pegawai satu laptop pada setiap kegiatan," ujar Edi.
(avi/tya)











































