"Kalau sampai tanggal 23 Maret mendatang belum ada perubahan mengenai pelaksanaan UN, kami selaku aktivis pendidikan akan kompak menyuarakan agar guru tidak memberikan jawaban pada siswa pada saat UN," tutur Sekjen FGII Iwan Hermawan dalam Jumpa Pers Komunitas Pendidikan, Evaluasi 100 Hari Kinerja SBY-Boediono di Bidang Pendidikan di Gedung Indonesia Menggugat (Kamis 28/1/2010).
Menurut Iwan, selama ini banyak guru-guru yang dengan terpaksa memberikan jawaban UN karena adanya 'todongan' dari pimpinan sekolah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan sendiri menekankan jika menemukan adanya guru yang masih membocorkan jawaban UN untuk melaporkan kepada pihak berwenang.
"Kalau ada yang membocorkan juga laporkan saja. Nah nanti kalau sudah keluar hasil UN yang murni tanpa adanya katrolan jawaban pemerintah akan tahu bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia yang sebenarnya," tandas Iwan.
(dip/lom)










































