Bahkan kabar kepergian SBY ke Banten dianggap sebagai reaksi ketakutan akan banyaknya aksi demonstrasi.
Para mahasiswa menamakan aksinya 28 untuk Perubahan. "SBY dan Boediono harusnya evaluasi bukannya malah ke Banten. Apa mereka takut dengan gelombang aksi demo dimana-mana?," tutur koordinator aksi Mei Susanto saat ditemui wartawan disela-sela aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua itu gambaran kalau 100 hari pemerintahan tidak banyak yang diperbuat SBY dan Boediono," ujar Mei.
Para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan 28 Untuk Perubahan. Mereka yang mengenakan jas almamater ada yang mengenakan topeng SBY, Boediono dan Sri Mulyani sebagai simbol rapot merah mereka di 100 hari pemerintahannya. Simbol rapot merah juga divisualisasikan dengan membawa karton besar berwarna merah dengan tulisan Rapot Merah ditengahnya.
"100 hari pemerintahan, kami nilai rapot mereka merah," ujar Mei. Setelah menyanyikan sejumlah yeal-yeal dan do'a bersama. Massa melakukan longmarch ke Gedung Sate dan rencananya akan dilanjutkan ke mal BIP di Jalan Merdeka.
(dip/tya)











































