AJI Bandung Kritik Intervensi Intelejen Terhadap Pers

100 Hari SBY-Boediono

AJI Bandung Kritik Intervensi Intelejen Terhadap Pers

- detikNews
Selasa, 26 Jan 2010 21:40 WIB
Bandung - Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Bandung mengkritisi intervensi yang dilakukan Kominda (Komunitas Intelejen Daerah) Jabar terhadap pengelola media massa di Bandung.

Dalam pertemuan di restoran d'Palm, Senin (25/1/2010), Kominda meminta lembaga penyiaran tidak membesar-besarkan aksi 28 Januari 2010. Hal ini dinilai AJI Bandung sebagai bentuk intervensi dari kebebasan berpendapat bagi masyarakat.

"Pemerintah tidak usah paranoid, karena itu (aksi 28 Januari) adalah bentuk ekspresi politik," kata Ketua AJI Bandung Agus Rakasiwi dalam perbincangan dengan wartawan, Selasa (26/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak perlu diatur-atur karena kita sudah punya Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan pers sebagai lembaga independen tanpa campur tangan pemerintah," tegas Agus.

Saat dihubungi terpisah, perwakilan JRK (Jaringan Radio Komunitas) Jabar Iman Abda yang mengikuti pertemuan tersebut menuturkan, Kominda mengimbau lembaga penyiaran untuk menyajikan berita sewajarnya.

"Mereka mengatakan, pemberitaan boleh-boleh saja asalkan mendewasakan. Nggak ada imbauan sampai melarang," jelasnya.

Di pertemuan tersebut diperkenalkan masing-masing perwakilan dalam Kominda, antara lain dari intelejen kejaksaan, kepolisian, dan Kodam III Siliwangi.

(ahy/lom)


Berita Terkait