Barang dagangan yang dijual oleh para pedagang pun tidak sampai setengah daripada yang biasa mereka jual sebelum kebakaran. kesulitan modal dan tempat menjadi alasan pengurangan bahan dagangan yang berakibat turunnya omset.
"Ya dagang sekarang cuma seadanya aja, modalnya juga harus dibagi untuk benerin kios," tutur Aas (33), seorang pedagang sayur saat ditemui detikbandung, Selasa (26/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang dapatnya sedikit, belum ongkos becak," keluh Nining Yuningsih (52) sambil menunjukan bahan dagangan makanannya yang masih menumpuk.
Sementara itu, biaya retribusi pasar masih ditagih setiap hari sebesar dua ribu rupiah perpedagang. Beberapa pedagang merasa terbebani pungutan tersebut selain karena pamasukan mereka pun sedikit, juga tempat berjualan pun dianggap tidak nyaman.
"Tapi ibu mah gak mau bayar, mau berantem-berantem aja," tegas Nining.
(tya/tya)











































