Pantauan detikbandung, Senin (25/1/2010), sebagian besar kios-kios di dalam Pasar Ujung Berung yang terbakar belum dibangun kembali. Para pedagang tidak punya uang modal cukup untuk langsung membangun kios, karena harus memikirkan modal membeli barang yang akan dijual.
Kebanyakan pedagang memilih berjualan menggunakan alas terpal di lokasi kiosnya masing-masing. Barang dagangan pun harus dibawa pulang-pergi. Kondisi ini cukup menyita tenaga dan biaya, karena dagangan mereka cukup banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kios Yuyun yang terbakar atapnya, masih cukup untuk berlindung dari panas atau hujan. Ia lebih dulu mengganti atapnya dengan seng. Dituturkan Yuyun, beberapa pedagang yang kondisinya rusak sebagian, membutuhkan Rp 1-4 juta untuk perbaikan.
Untuk mengakali membengkaknya biaya, Yuyun menggunakan bahan-bahan atau perabotan bekas dari rumahnya.
"Kayu buat meja, ibu bongkar dari ranjang," tuturnya.
Sementara beberapa pedagang yang kondisi kiosnya rusak parah, menyewa sementara tempat yang tersedia di sekitar pasar.
Salah satunya Yayat Hidayat yang berjualan makanan hingga perlengkapan rumah tangga. Ia menyewa garasi sebuah ruko di belakang Pasar Ujung Berung.
"Saya sewa 6 bulan, sambil ngumpulin modal untuk benerin kios di dalam pasar," kisahnya. Dengan kondisi demikian, Yayat bisa berdagang pagi sampai sore.
(lom/lom)










































