Kahumas PT KA Adi Suryatmini saat dihubungi detikbandung via telepon, Senin (25/1/2010). mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Surabaya Bambang DH.
Harapan PT KA agar ada yang menanggung kerugian yang timbul akibat ulah bonek, dijanjikan Bambang akan dibayarkan oleh Pemkot Surabaya. Namun berapa besarnya belum bisa dipastikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan sebanyak empat ribu suporter 'Bajul Ijo' tidak membayar tiket kereta. "Yang terpikir waktu itu diangkut dulu saja daripada nanti terjadi insiden," ujarnya.
Kereta Api Pasundan yang mengangkut pulang ribuan Bonek juga dilempari warga saat melintas. Bukan hanya di Solo, pelemparan batu juga terjadi di Lamongan. Akibatnya fasilitas kereta api banyak yang rusak. Untuk kerugian ini, PT KA masih belum pasti menuntut kemana.
"Belum terpikir ke sana, nanti kita koordinasikan dengan pihak yang terkait dulu," kata Adi.
Sampai dengan pagi ini PT Kereta belum menaksir jumlah kerugiannya. "Siang nanti akan dirilis berapa kerugiannya," imbuhnya.
(ahy/lom)











































