Dalam selebaran itu tercantum nama kelompok Garap-Demokrasi (Gerakan Rakyat Pengawal Demokrasi) yang merupakan pengirim surat elektronik itu. Dalam suratnya, mereka meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan upaya segelintir orang yang ingin meraih kekuasaan dengan jalan pintas.
"Waspada! Para Petualang Politik mengancam Demokrasi," tulis Garap-Demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menteri, cukong yang mencari peruntungan dari krisis politik, Jenderal Purnawirawan yang ingin berkuasa, serta mereka yang menikmati uang BLBI dan berlindung di isu Century.
"Para petualang politik jangan bermain-main dengan 'mandat Rakyat' yang telah Rakyat salurkan pada pemilu lalu yang demokratis!" kecam Garap dalam selebaran.
Sementara itu, Garap mengklaim suara terbesar kemenangan SBY-Boediono disumbang dari Jabar. "Rakyat Jawa barat sebagai penyumbang suara terbesar kemenangan SBY-Boediono pada 2009 yang lalu siap mengawal keberlangsungan demokrasi," tandas Garap.
Dihubungi terpisah, Koordinator Umum Furqan AMC mengaku bertanggungjawab dan mengkordinir selebaran yang beredar. "Indikasinya gerakan orang yang akan menjenggal demokrasi sudah jelas terlihat," kata Furqan singkat.
(ahy/dip)










































