"60 persen dari produksi kita dipakai di 106 negara," ujar Bambang Herman Djalinus, Spesialis Bio Farma bidang vaksinasi saat TalkShow Edukasi Vaksinasi di SMA 5 Bandung Jalan Belitung No 8, Jumat (22/1/2010).
Selain itu, ketatnya peraturan dalam produksi dan penjualan vaksin serta antiserum membuat persaingan lebih longgar. Bambang mengatakan untuk dapat memproduksi vaksin dan antiserum harus mendapatkan pre-kualifikasi dari badan kesehatan dunia (WHO-red).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bukan berarti Bio Farma tidak memiliki persiapan mengahadapi persaingan yang akan lebih terbuka. Bambang berjanji bahwa perusahaan yang Agustus nanti genap berusia 120 tahun ini akan terus melakukan inovasi.
"Memang harus percaya dari, yang penting terus beerinovasi," tutupnya. (tya/tya)











































