"Jangan sampai rugi lagi. Tahun kemarin kan sudah rugi," tutur Ka Humas PT KA Daop 2 Bambang S Prayitno ketika ditemui di ruang kerjanya Jumat (22/1/2010).
Untuk menghindari kerugian terulang, pihaknya berencana untuk mendekat dengan koordinator bonek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apa-apa saja yang dikhawatirkan dari adanya bonek ini, Bambang mengaku khawatir akan kerusakan kaca KA dan keamanan stasiun memberhentian mulai sebelum hingga pertandingan usai.
"Yang paling sering kaca pecah. Mungkin karena berdesak-desakan di dalam. Panas sehingga kaca dipecahkan. Selain itu ya penjarahan pedagang di stasiun pemberhentian," jelasnya.
(dip/lom)











































