Trauma dan kesal pernah menjadi korban penjambretan, bukannya membuat dua remaja ini kapok keluyuran malam. Mereka malah menjadi pelaku penjambretan di malam hari.
Dua remaja pria putus sekolah ini ialah Alpin Wijaya (19) dan Yana Mulyana (17). Sahabat karib ini mengaku sudah dua kali beraksi di Kota Bandung. Setiap berulah kriminal, mereka mengincar tas pengendara sepeda motor yang mengemudikan seorang diri.
"Sebelum menjambret, kami bersepakat untuk melakukannya menjelang tengah malam. Karena kan kondisi di jalanan sepi," jelas Alpin di Mapolresta Bandung Tengah, Kamis (21/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yana kemudian dibonceng si korban. Di perjalanan, korban ditodong pakai pisau dapur. Kami pun langsung mengambil helm dan barang berharga milik korban," ungkap Alpin yang menambahkan hasil curian itu dipakai untuk membayar hutang.
Saat ditanya wartawan alasan kenapa menjambret, Alpin menjawab dengan nada kalem. "Waktu itu saya dan Yana pernah dijambret. Terus terang sih kesal. Ya, lalu kami mencoba jadi penjambret," ungkapnya.
Kapolres Bandung Tengah AKBP IW Supartha Yadnya mengatakan kedua remaja ini sudah dua kali menjambret. "Yang pertama di jembatan layang Pasupati dan kedua di sekitar Jalan Markoni. Mereka ditangkap belum lama ini di rumahnya masing-masing," jelasnya.
Barang bukti yang diamankan polisi dari pelaku yaitu dua unit sepeda motor dan satu bilah pisau. Supartha menegaskan, keduanya dijerat pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya di atas lima tahun. (bbp/tya)











































