"Nasabah bisa melakukan acak pin ketika usai melakukan transaksi di ATM," kata Peneliti Ekonomi Madya Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung, Naek Tigor Siregar, saat ditemui di Kantornya, Jalan Braga, Kamis (21/1/2010).
"Cara itu salah satu teknik sederhana untuk menghapus data," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa mengecoh data," tuturnya.
Terkait dengan hilangnya uang secara misterius di beberapa bank, Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung akan mengirimkan surat ke bank yang termasuk wilayah kerja KBI Bandung.
Imbauan itu adalah peningkatan fitur keamanan untuk setiap mesin ATM serta pengawalan petugas keamanan di sekitar lokasi ATM.
(ahy/lom)










































