"Kemampuan kami kan terbatas, sehingga kami harapkan partisipasi masyarakat juga," ujar Arif Prasetya, Sekretaris Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/1/10).
Perawatan melalui pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban pohon karena daunnya terlalu banyak dan batang kering yang mudah patah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memasuki musim hujan kali ini, Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung telah memangkas 242 pohon di seluruh Kota Bandung. Pohon Asem Keranji dan Angsana merupakan pohon yang dianggap paling rawan karena mudah kering dan rapuh.
"Itu disebabkan serangga pengerek batang," terangnya.
Perawatan pohon hanya dilakukan pada pohon tertentu yang dianggap rawan dan mengganggu kenyamanan. Perawatan rutin dilakukan untuk meminimalisir risiko pohon tumbang dan mengakibatkan korban.
"Kalau masih bisa dipangkas, kita potong. Kalau sudah parah, kita tebang," ujarnya.
(lom/lom)











































