"Sekarang sudah mulai banyak yang menawarkan. Tapi sebisa mungkin saya filter juga. Meski saya pebisnis lukisan juga selain seniman," tutur Agus Arifin, Seniman Jalu Braga ketika ditemui di galerinya Kamis (21/1/2010).
Menurut Agus, lukisan Cina akan lebih mudah menginvasi pasar lokal karena harganya yang lebih murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus sendiri mengaku pernah ada orang yang menawarkan lukisan asal Cina sebanyak dua mobil box dengan harga super murah. Namun ia menolaknya.
"Pernah ada yang menawarkan dua mobil lukisan. Saya tolak. Sebenarnya perkara ini tergantung orangnya. Mau mempertahankan seniman lokal atau sekedar cari untung," tutur Agus.
Menurut Agus, sebelum AC-FTA, lukisan Cina memang sudah ada yang masuk ke Indonesia. Utamanya ke Jakarta.
"Biasanya lukisan-lukisan yang ditawarkan buangan dari Jakarta. Yang tidak laku dimasukkan ke Braga," tutup Agus.
(dip/lom)











































