"Karena sudah lama tidak jadi masukan, ini parah. Jadi, uang rakyat kemana," kata Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara usai mengikuti Rapat Bamus, di Gedung Dewan, Kamis (21/1/2010).
Penetapan Pansus akan dilakukan 2 Februari 2010 nanti. "Dengan Pansus nanti bisa jelas. Bisa jadi dalam Pansus nanti BUMD tersebut baik, bisa jadi ternyata dia salah," kata Irfan.
"Intinya DPRD ingin membuat BUMD bekerja lebih baik sehingga menghasilkan PAD," imbuhnya.
Di tempat sama, Ketua Fraksi PDIP Jabar Agus Welianto menuturkan, meski sebelumnya tujuh dari delapan fraksi menyetuji usulan pembentukan pansus, dalam rapat Bamus (Badan Musyawarah) seluruh fraksi mau tak mau menyepakati perlunya di bentuk Pansus.
"Semua fraksi termasuk PKS," saat disinggung adanya penolakan dari fraksi PKS.
Ia menuturkan, latar belakang dibentuknya Pansus karena adanya temuan-temuan di BUMD yang berdampak tidak memberikan kontribusi pada daerah.
"Banyak temuan-temuan dari Komisi C yang bermasalah dan tidak memberikan kontribusi pada daerah," paparnya.
Mengenai komposisi anggota Pansus, akan dibentuk berdasarkan jumlah kursi partai yang ada di dewan dengan jumlah anggota sebanyak 31 orang.
"Nanti dibagi 3 pokja yang masing-masing memegang 2 BUMD," jelas Irfan.
(ahy/lom)











































