Dalam orasinya, koordinator aksi Irfan Sapudin menyatakan, pemberlakuan ACFTA akan merusak industri nasional yang berimbas kepada kaum pekerja dan buruh. Ditambahkannya, industri nasional yang rapuh karena tidak didukung pertanian dalam negeri sebagai penyedia bahan baku, tidak bisa bersaing dengan gempuran produk luar yang murah.
"Untuk sektor pertanian tidak kalah hancurnya. Seperti bibit impor, sarana pertanian hingga produk jadinya akan porak poranda," ujar Irfan.
"Kami menolak perdagangan bebas ASEAN Cina. Kami meminta pemerintah juga menolaknya," teriaknya.
Aksi ini dijaga puluhan aparat kepolisian. Demonstran membawa bendera Dewan Tani Indonesia juga Front Rakyat Oposisi. Mereka pun membawa foto Wapres Boediono yang digambar bertaring dan bertanduk, juga poster bertuliskan "Tolak ACFTA"
Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara langsung menemui demonstran. Ia menyampaikan, dewan menerima aspirasi mereka. Bahkan suara serupa sudah disampaikan DPRD Jabar ke Komisi IX DPR RI. "DPRD Jabar sepakat untuk menunda ACFTA," ujarnya.
Setelah mendengar pernyataan Ketua DPRD Jabar, massa langsung bubar. Aksi ini berlangsung selama satu jam, mulai jam 12.00 WIB.
(lom/lom)











































