Sudah tiga hari Pasar Ujung Berung, Bandung, tidak beroperasi akibat terbakar. Kerugian yang diderita pun semakin besar, termasuk hilangnya omset per hari yang mencapai Rp 3 miliar.
Dikatakan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ujung Berung Bersatu Usep Iskandar Wijaya, pada hari ini Rabu (20/1/2010), memang sebagian pedagang sudah mulai berjualan. Mereka adalah para pedagang kebutuhan dapur seperti sayur, bumbu masak dan sebagainya.
Aktivitas pedagang hanya menggunakan lapak terpal seadanya, yang digelar di pinggir jalan di luar pasar yang terbakar. Jumlah yang berdagang sekitar 120 pedagang.
"Namun masih ada 500 lebih pedagang yang kiosnya di dalam pasar, tidak bisa berdagang karena masih dipasang garis polisi," ujar Usep saat berbincang dengan detikbandung melalui ponselnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Usep, omset per hari di Pasar Ujung Berung bisa mencapai Rp 3 miliar. "Sejak kebakaran kemarin tidak berdagang, bisa dihitung berapa kerugiannya," lanjut Usep sembari menjelaskan, kios-kios yang berada di dalam pasar menjual pakaian, sembako, perabotan rumah tangga dan sebagainya.
Tidak hanya pedagang yang terkena imbas, para penyuplai dan distributor pun terpaksa berhenti mengirimkan barang akibat belum beraktivitasnya Pasar Ujung Berung.
(lom/lom)











































