"Kita belum buat jadwal pastinya, lihat saja besok," ujar Ketua Harian Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sri Hasmawati di kantor PKK Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (19/1/2010)
Pemeriksaan akan meliputi kondisi fisik dan psikolois para korban. Termasuk pemeriksaan untuk menghindari penyakit menular yang mungkin mereka bawa. Para korban akan dijemput dari Wisma PKK tempat mereka menginap, selanjutnya dibawa ke rumah sakit. petugas yang akan memeriksa kondisi fisik mereka adalah dua orang dokter dari Dinas Kesehatan Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Asisten Kesra Provinsi Jawa Barat, Pery Soeparman mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan ini harus dilakukan dua kali. Setelah pulang ke daerah asal mereka harus diperiksa kembali oleh dinas kesehatan daerah masing-masing.
Ia menuturkan kebijakan pemeriksaan itu tergantung pemerintah daerah masing-masing. "Asal mereka diperiksa dua kali, karena itu ada di SOP-nya," tegas Pery.
Pemerintah provinsi mengharapkan pemerintah daerah untuk benar-benar mengikuti SOP yang ada di provinsi. Hal ini dimaksudkan agar pemulangan para korban bisa maksimal. Selain masalah pemeriksaan kesehatan, prosedur lain seperti pemberdayaan minat ekonomi merekapun diperhatikan. Sehingga program pengembalian mereka bisa menjadi proses yang berkelanjutan.
"Jadi jangan hanya sampai sini saja," tutupnya.
(ahy/ahy)











































