"Mungkin supaya tertib saja," kata anggota Komisi C dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Agus Welianto di lantai Komisi C DPRD Jabar, Senin (18/1/2010).
Agus sendiri enggan menuturkan secara rinci mengapa pertemuan dibuat tertutup. "Nanti kan ada pertemuan, ada waktunya. Tertutup kan hanya pintunya," pungkas Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sakit perut," jawabnya.
Wartawan Pikiran Rakyat Zaky Yamani mempertanyakan pertemuan antara Komisi C dan Direksi BJB. "Ini kan lembaga publik, DPRD, yang diundangnya BUMD yang juga milik publik. Jadi, dimana transparansinya," keluh wartawan.
Sebelumnya, 7 dari 8 fraksi tegas mengusulkan pembentukan Pansus BUMD berdasarkan banyaknya temuan dan kejanggalan di setiap BUMD yang ada di Jabar.
Dari informasi yang dihimpun detikbandung, pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi C DPRD Jabar, langsung dipimpin Ketua Komisi C Robby Suganda. Sesuai dengan agenda, klarifikasi terkait temuan KPK terkait penyelewengan dana di BJB periode 2002-2007 dihadiri oleh jajaran direksi BJB. Salah satunya Dirut BJB Agus Ruswendi.
(ahy/lom)











































