"Seperti Abunawas atau Majnun zaman dulu, Gus Dur pun selalu mengajarkan lewat guyonan yang di dalamnya terselip pesan moral," ujar Miftah dalam acara Kongkow Bareng, Sebelum Sesudah Gusdur di Alifa Moslem Shoping Center, Jalan BKR.
Dikatakan Miftah, Gus Dur tak ubahnya seperti pelawak yang selalu memberikan kesegaran di setiap celotehan-celotehannya. "Namun lawak Gusdur memiliki keilmuan yang tinggi, tak hanya sekedar melawak membuat orang terhibur," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miftah sendiri mengalami, saat dirinya kuliah di Australia, saat itu dikatakan Gus Dur akan datang, rekan-rekannya menjadi ribut, menentukan di mana Gus Dur akan bermalam. "Mereka saling berebut agar rumahnya lah yang menjadi tempat bermalam gusdur, alasannya agar rumahnya diberkati," katanya.
(tya/ema)











































