Selain rentan mengidap penyakit kulit, para tahanan dan narapidana yang menghuni di Rutan Kebonwaru juga berisiko terguncang psikologisnya. Indikasi itu di antaranya dihinggapi kecemasan, stres dan merenung berkepanjangan.
Itulah temuan Koordinator Medis Jaringan Peduli Kasih, Viola Suhandi, saat menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan massal di Rutan Kebonwaru, Sabtu (16/1/2010).
"Selain mengeluh beragam penyakit. Para tahanan dan narapidana di tempat ini pun terlihat stres dan cemas," kata Viola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata yang diperiksa dokter, mereka telihat pucat, kurang tidur, sering merenung dan lesu," ujarnya.
Kepala Rutan Kebon Waru, Suharman, mengakui sejumlah warga binaan memang berisiko cemas dan stres saat berada di dalam tahanan. Menurutnya, banyak faktor yang membuat warga binaan mengalami kondisi tersebut.
"Bisa karena baru pertama kali ditahan, kaget berhadapan dengan orang banyak (warga binaan, red) dan beberapa faktor lainnya," terang Suharman.
Selama ini, tutur Suharman, bagi warga binaan yang terguncang kejiwaannya tetap diperhatikan. Di Rutan Kebon Waru, kata dia, ada dokter yang khusus memberikan konseling kepada tahanan dan narapidana.
"Bisa juga stres atau cemas itu karena tahanan dan narapidan ini tidak dibesuk oleh keluarganya selama menjalani penahanan," ungkapnya.
Saat ini, sambung Suharman, total penghuni di Rutan Kebon Waru berjumlah 1.665 orang. Itu terdiri dari 582 narapidana dan 1.083 tahanan.
(bbp/avi)










































