'Heri Sempat Berucap Tak Sanggup Hidup'

Lumpuh Setelah Disinar Ultraviolet

'Heri Sempat Berucap Tak Sanggup Hidup'

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2010 09:24 WIB
Heri Sempat Berucap Tak Sanggup Hidup
Bandung - Satu jam sebelum meninggal, Heri Hermanto (21) pasien tumor ganas yang menyebabkan hingga lumpuh, sempat berucap pesan terakhir di hadapan keluarganya. Heri mengaku tak kuat dan hendak meninggal.

"Satu jam sebelum meninggal, Heri berkata kepada saya dan keluarga. Ia berucap sudah tak sanggup hidup lagi. Bahkan Heri ngomomg akan meninggal," jelas ayah Heri yaitu Nana Supriatna (47) saat dihubungi detikbandung via ponsel, Sabtu (16/1/2010).

Mendengar ucapan tersebut, keluarga terkejut. "Saya jawab, 'jangan dong'. Namun setelah itu, Heri hanya diam dan tak bicara. Hingga akhirnya meninggal," sambung Nana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nana menambahkan, saat ucapan terakhir dari Heri tersebut, dianggap ada yang berbeda. Menurut Nana, artikulasi ucapan Heri saat itu sangat jelas. "Padahal, selama ini kalau ngomong tidak jelas. Kalau kemarin sangat lancar dan jelas," ujar Nana.
Β 
Heri menghembuskan nafas terakhir di RSHS Bandung pada Jumat (15/1/2010), sekitar pukul 17.00 WIB. Pagi ini, Heri akan dimakamkan di TPU Nagrok, Ujungberung, Kota Bandung.

"Saya dan keluarga sudah ikhlas menerima kejadian ini. Selama beberapa hari dirawat, pihak RSHS sudah melayani dengan baik," ujar Nana.

Tumor ganas mulai menyerang Heri saat usia 18 tahun. Orangtuanya menduga, hal itu dipicu oleh kejadian di masa kecil Heri. Saat usianya 3 tahun, di mana kening kanannya terbentur pintu rumah dan menimbulkan benjolan sebesar jerawat.

Heri lumpuh setelah mendapat perawatan sinar ultraviolet sebanyak 9 kali untuk menyembuhkan tumor ganas di bagian kening sebelah kanannya. Kondisinya terus melemah. Saat dibawa kembali ke RSHS pada akhir Desember lalu, RSHS malah memberikan surat rujukan balik ke RSUD Cicalengka, dengan alasan Heri bisa dirawat di sana.

Akhirnya, pada Rabu (13/1/2010), Heri bisa dirawat di RSHS. Namun takdir berkata lain. Pada Jumat (15/1/2010), Heri hembuskan nafas terakhir di hadapan keluarganya.

(bbp/bbp)


Berita Terkait