"Ya, kemarin meninggalnya. Itu dihadapan saya, ibunya dan keluarga yang lain," jelas ayah kandung Heri yaitu Nana Supriatna (47) saat dihubungi detikbandung via ponsel, Sabtu (16/1/2010).
Nana menjelaskan, jenazah Heri pada malam kemarin sekitar pukul 19.00 WIB, dibawa dari RSHS menuju kediaman keluarga di Jalan Majalaya No 18 RT 04 RW 02 Antapani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasi pemakamannya di TPU Nagrok, Ujungberung," jelas Nana.
Heri lumpuh setelah mendapat perawatan sinar ultraviolet sebanyak 9 kali untuk menyembuhkan tumor ganas di bagian kening sebelah kanannya. Kondisinya terus melemah. Saat dibawa kembali ke RSHS pada akhir Desember lalu, RSHS malah memberikan surat rujukan balik ke RSUD Cicalengka, dengan alasan Heri bisa dirawat di sana.
Saat kembali ke RSHS, Rabu (13/1/2010) dua orang lelaki yang belum diketahui identitasnya menyatakan bersedia menanggung pembiayaan pengobatan Heri. Sebelumnya, perawatan Heri menggunakan Gakinda. Namun pada perawatan terakhir ini, Heri dirawat lewat jalur umum.
(bbp/bbp)










































