Hal ini diungkapkan Ahmad kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jumat (15/1/2010). "Saya tidak punya kelompok aliran. Saya tetap agamanya Islam, dan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah," ujar Ahmad.
Ahmad pun membantah ia mengaku sebagai Tuhan. "Tidak, saya bukan Tuhan. Saya pun tidak punya kelompok atau aliran," lanjutnya. Ia mengaku profesinya adalah kolektor benda-benda antik, usaha tambal ban dan barang rongsokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad pun menambahkan, tempat tinggalnya di Cirebon memang terdapat banyak anak-anak pria dan wanita, namun bukan pengikut alirannya. "Mereka-mereka itu adalah anak asuh saya. Saya menyekolahkannya dan membiayainya," jelas Ahmad. Ia mengaku memiliki 60 anak asuh yang rata-rata berusia remaja.
Ketua Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) Cirebon yang ditemui di Mapolda Jabar Andi Mulya mengatakan, menurut penuturan salah seorang mantan pengikut Surga Eden, di tempat tersebut ada 3 kolam yang diberi nama, Siroto Mustaqim, Baittullah, dan Surga Eden. Kolam-kolam tersebut digunakan sebagai tempat persucian, dan 'pembaiatan'.
Namun pernyataan Andi ini dibantah Ahmad, yang mengatakan bahwa kolam tersebut adalah kolam ikan. Dugaan adanya praktik cabul di rumahnya pun dibantah Ahmad.
Ahmad menganggap ada orang yang dendam kepada dirinya, sehingga ia terjerat kasus seperti yang dialaminya saat ini.
(lom/lom)











































