"Orang kan kalau ada yang ramai-ramai penasaran. Dulu waktu 2012 juga. Moga-moga sekarang buku Cikeas ini nasibnya sama dengan 2012," tutur Memed, salah satu pedagang buku ini di perempatan Paskal-Sukajadi ketika berbincang dengan detikbandung, Kamis (14/1/2010).
Memed berharap, dijualnya buku itu di jalanan mendorong orang yang penasaran untuk membeli. "Kalau di toko buku kan harus ke toko dulu, cari dulu, lama. Kalau di jalan, sudah diasongkan, bayar dan bisa tahu isinya," tandas Memed.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya biasa obrol-obrol antar pedagang. Ada barang yang katanya laku ya ambil," ujar lelaki yang biasanya berdagang mainan anak ini.
Di tangannya satu buku dihargai Rp 85 ribu. Sejak berjualan kemarin Memed mengaku sudah menjual lima buku. "Lumayan lah, kemarin laku lima. Tapi sekarang sih belum," tuturnya.
(dip/ern)











































