Fakta ini terkuak di sidang dakwaan Jodi, tersangka kasus insiden konvoi klub moge HDCI saat Braga Bike Festival Sabtu (12/12/2009) silam, di PN Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa (12/1/2010).
Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nur Hakim dengan JPU pengganti Anne. Tak terima diberhentikan oleh Dasep karena menerobos lampu merah, Jodi sempat mengancam dan mencengkram baju Dasep hingga kancing baju bagian atas terlepas.
"Saat Dasep berusaha menenangkan tersangka dan mengajaknya ke Pos Gatur, Jodi malah memukul kepala Dasep dengan telapak tangan," ujar JPU dalam berkas dakwaannya.
Pukulan Jodi ke bagian kepala Dasep dilakukan hingga empat kali. Beruntung saat itu, Dasep menggunakan helm hingga pukulan Jodi tak menyebabkan luka.
Setelah memukul, Jodi kemudian balik kembali ke motornya untuk melanjutkan kembali perjalanan. Di atas motor, tersangka berteriak 'Mau saya pindahkan keluarga kamu ke Papua? Saya ini anak jenderal Dirlantas Mabes Polri,' kembali Jodi mengancam.
Pada acara Braga Bike Festival, Sabtu 12 Desember 2009 lalu, Jodi memimpin konvoi 20-an moge menuju Jalan Braga. Namun pada saat perempatan Jalan Tamblong-Asia Afrika, Jodi yang kepada polisi mengatakan membunyikan sirine, menerobos lampu merah.
Dasep yang tengah berjaga kemudian memberhentikannya. Tak terima diberhentikan, Jodi pun mengancam, mencengkram baju Dasep, dan memukul kepala Dasep.
(ern/ern)











































