2010, Hubungan RI-Timor Leste Diharapkan Semakin Baik

2010, Hubungan RI-Timor Leste Diharapkan Semakin Baik

- detikNews
Senin, 11 Jan 2010 17:42 WIB
Bandung - Pada tahun 2010, yang berarti 11 tahun pasca jajak pendapat di Dili untuk merdekanya Timor Leste Agustus 1999 silam, hubungan bilateral RI dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) diharapkan semakin membaik.

Hal ini dituturkan oleh Dubes RI Untuk Timor Leste Eddy Setiabudhi, dalam seminar 'Focus on Eastern Lesser Sunda Islands' di Museum KAA Bandung Jl Asia Afrika, Senin (11/1/2010).

"Sejak merdeka pada tahun 2002 silam, hubungan bilateral antara RI dan RDTL terus membaik. Meskipun sempat terjadi konflik pelanggaran HAM pada tahun 1999. Ini suatu bentuk indikasi positif hubungan kedua negara," tutur Eddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eddy, perbaikan hubungan RI-Timor Leste terlihat secara nyata dengan didirikannya Pusat Kebudayaan Indonesia (PBI) di Dilli.

"Di PBI diselenggarakan pelatihan Bahasa Indonesia, komputer dan perpustakaan. Sejauh ini respon dari masyarakat RDTL sangat baik," sambung Eddy.

Sementara itu di bidang ekonomi dan perdagangan, Indonesia menjadi eksportir terdepan untuk Timor Leste. "75 persen kebutuhan pokok RDTL diimpor dari Indonesia. Selain itu, tak kurang dari 3.000 WNI menjadi pengusaha, kontraktor dan banyak lagi. Tentu kondisi ini menjadi suatu kebanggaan bagi Indonesia," lanjut Eddy.

Untuk lebih mempererat hubungan Timor Leste dan Indonesia, pemerintah Indonesia tengah memproses pemberian kemudahan izin bagi pelajar Timor Leste yang ingin bersekolah di Indonesia dan visa kunjungan untuk warga Timor Leste.

"Pemerintah sedang memproses agar siswa-siswi Timor Leste yang ingin sekolah di Indonesia bisa lebih mudah prosesnya dan untuk masyarakat umum Timor Leste nantinya akan mudah untuk mengakses 3 pintu masuk Indonesia, yaitu Jakarta, Denpasar dan Makasar," tandas Eddy.

(dip/ern)


Berita Terkait