FTA Diberlakukan, Perajin Kaos Suci Cemas

FTA Diberlakukan, Perajin Kaos Suci Cemas

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 11 Jan 2010 13:10 WIB
FTA Diberlakukan, Perajin Kaos Suci Cemas
Bandung -

Berlakunya perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (FTA) membuat resah pedagang lokal. Tak terkecuali para perajin dan pedagang di Sentra Kaos Suci, Jalan Surapati. Bahkan dikhawatirkan para pengusaha tersebut akan bangkrut karena persaingan produk dengan Cina.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosisiasi Perajin Sentra Kaos Suci Marnawie Munamah saat dihubungi detikbandung melaui telepon selularnya, Senin (11/1/2010).

Dikatakan Marnawie, para perajin kaos suci sebenarnya siap bersaing dengan produk Cina di bidang tekstil. Namun pemberlakukan perdagangan bebas tersebut akan mengancam perajin yang modalnya kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalau melihat perdagangan produk cina yang akan membanjiri Indonesia tentu akan mengancam perajin kaos suci. Beberapa di antaranya bahkan terancam bangkrut, yaitu perajin dengan modal kecil dan yang mengontrak," ujarnya.

Di sentra kaos suci, terdapat 400 perajin yang biasa produksi kaos, spanduk, dan lainnya. Dari 400 perajin tersebut, hanya 150 saja yang memiliki bangunan tetap serta modal yang cukup, sementara lainnya mengontrak.

"Para perajin itu lah yang kemungkinan terancam, alasannya, kalau tidak ada pesanan mereka mengerjakan apa. Sementara produk cina bisa jadi lebih murah dari perajin di sini," paparnya.

Satu perajin di suci biasanya memiliki karyawan minimal 5 orang karyawan. "Kalau sentra kaos suci akan tetap berani bersaing, apalagi yang memiliki modal besar, intinya pemerintah harus tetap memerhatikan pengrajin lokal," katanya.

Untuk produk tekstil, disebutkan Marnawie kemungkinan masyarakat akan lebih memilih produk pakaian jadi dari Cina daripada memesan. Namun lebih lanjut Murnawie menyatakan, pihaknya tidak masalah dengan perdagangan bebas tersebut. Karena akan memacu kreativitas, sehingga dapat bersaing dengan produk cina.

"Bagi kami tidak masalah, kita harus siap bersaing, dengan adanya ini, akan membuat kita kreatif untuk membuat dan menjual produk. Yang jelas kita harus bisa menang di negeri sendiri," tutur Marnawie.

Dirinya menambahkan, Asosisiasi Perajin Sentra Kaos Suci meminta pemerintah agar dapat membuat kebijakan yang berpihak pada pengusaha lokal. Para perajin dapat diberi subsidi untuk usahanya dan untuk perbankan dapat menurunkan suku bunga yang saat ini besarnya 14 persen.

"Kita berharap suku bunga di bawah 10 persen, dan kami meminta pihak perbankan menurunkan suku bunga yang sekarang 14 persen," sambungnya.

(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads