Jangan Anggap Air Hujan Limbah

Jangan Anggap Air Hujan Limbah

- detikNews
Senin, 11 Jan 2010 11:15 WIB
Jangan Anggap Air Hujan Limbah
Bandung - Jika selama ini air hujan hanya dianggap sebagai limbah yang dibuang begitu saja, bagaimana jika mulai sekarang menganggap air hujan sebagai aset. Tampung dalam sumur resapan untuk kemudian dijadikan air cadangan pada musim kemarau nanti.

Hal itu disampaikan Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, saat dihubungi detikbandung melalui telepon genggamnya, Senin (11/1/2010).

"Jangan anggap air hujan seperti limbah yang harus dibuang, justru air hujan adalah aset, simpan dengan cara masukkan ke dalam tanah. Bukan hanya alirkan saja," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Thomas, air hujan yang turun seharusnya ditampung, baik dalam sumur resapan atau air tanah. Caranya, dengan membuat sumur resapan dan membuka RTH (Ruang Terbuka Hijau). Nantinya air tersebut dapat dijadikan air cadangan saat musim kemarau datang.

"Perbanyak sumur resapan agar tidak terbuang percuma, memperluas RTH juga perlu," jelasnya.

Lebih lanjut Thomas menuturkan jumlah sumur resapan di Kota Bandung masih terbilang sedikit. Meski dirinya tidak mengetahui persis berapa jumlahnya. "Memang masih sedikit, karena masih banyak air hujan yang tidak terserap," tambahnya.

Sementara untuk penyediaan RTH, dikatakan Thomas, yang paling memungkinkan untuk melakukannya adalah pemerintah. "Perluasan RTH juga membantu penyerapan air," sambungnya.

(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini