Hal itu dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, Thomas Djamaluddin saat dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya, Senin (11/1/2010).
"Musim hujan akan terjadi hingga bulan Februari mendatang. Namun pada awal Januari hingga pertengahan Januari, konsepsi pembentukan awan sedang aktif yang mengakibatkan insentitas hujan lebih tinggi," ujar Thomas.
Intensitas curah hujan akan kembali menurun di minggu ketiga di Bulan Januari hingga Februari mendatang.
Untuk antisipasi terjadinya banjir, Thomas mengimbau masyarakat untuk memperbaiki daya dukung lingkungan. Minimal lingkungan di sekitar rumahnya. Menurutnya, kesiapan daya dukung lingkungan merupakan cara yang efektif.
"Hati-hati buang sampah agar tidak memyumbat sehingga membuat banjir, bersihkan selokan," papar Thomas.
Pemerintah sebagai pelayan masyarakat dikatakan Thomas juga harus ikut berperan mengantisipasi. Salah satunya dengan memperbaiki saluran air. "Sekarang kan hujan sedikit saja sudah banjir cileuncang dimana-mana, itu bukan karena air yang banyak, tapi air tidak menemukan jalannya," terangnya.
Meskipun musim hujan telah berlangsung lama, namun menurutnya tidaklah terlambat bagi masyarakat untuk mengurangi resiko dari banjir. "Setidaknya mereka bisa memperbaiki saluran yang tersumbat itu," kata Thomas.
(tya/ern)











































