Mantan orang nomor satu di jajaran TNI, Endriarto Sutarto, mengatakan jika ia menyerahkan usulan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Sarwo Edhie kepada persyaratan yang ada.
"Kalau sesuai mengapa tidak. Tapi kalau tidak sesuai jangan dipaksakan," ujarnya usai mengikuti Silaturahmi Aktivis '66 dan Peringatan 44 tahun Tritura, di Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok No 10, Minggu (10/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan Endriarto, Hariman Siregar tegas mengatakan kesetujuannya untuk pencantuman pahlawan nasional bagi Sarwo Edhie.
"Setuju-setuju saja. Pokoknya siapapun yang diangkat jadi pahlawan gue setuju aja," tegasnya.
"Kalau negara ngasih, makin banyak makin bagus," ujarnya
Senada dengan Hariman, pemberian gelar pahlawan nasional oleh Panitia kepada kolonel yang pernah menjabat Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dengan pangkat Kolonel (Inf.) itu adalah sebuah kewajaran atas peranannya dalam menumpas Gestapu di tahun '60-an.
"Kita yang mengusulkan, kalau tidak layak kenapa diusulkan," kata Sutopo.
(ahy/dip)










































