"Zona yang paling rentan pergerakan tanah di Jabar ada empat. Tasik Selatan, Cianjur Selatan, Sukabumi, Majalengka," ujar Kepala Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wawan Irawan, Jalan Diponegoro, Jumat (8/1/2010)
Masyarakat diminta lebih waspada terutama mereka yang tinggal di daerah rawan retakan. "Jika sampai ada retakan segera laporkan ke Pemda. Tapi emergensinya bisa ditutup dengan lempung, karena tanah retak akan menjadi medan gelincir yang menjadi longsor," tandas Wawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jabar sudah jadi primadona longsor. Catatan tahun 2009 kita nomor satu. Ada 83 kali longsor, dengan persentase kejadian 51 persen dari seluruh Indonesia," imbuh Wawan.
Untuk memberikan warning pada masyarakat, Badan Geologi tiap bulannya mengeluarkan peta yang mengindikasikan daerah yang berpotensi longsor.
"Tiap bulan kita mengeluarkan peta prakiraan potensi tanah longsor dan banjir banding yang diberikan ke seluruh Pemda di Indonesia," tutur Wawan.
Menurut Wawan, peta ini merupakan gabungan peta zona gerakan tanah yang ditumpang tindihkan dengan peta curah hujan dari BMKG.
"Ada juga di web www.vsi.esdm.go.id. Di sana datanya sudah sampai kecamatan," ujar Wawan.
(ahy/ern)










































