"Saya kira bukan proyek yang ambisius, sudah waktunya dibangun di Indonesia. Toh harus diingat pembangunan kereta api itu kan untuk puluhan tahun," ujar Pakar Transportasi ITB Profesor Kusbiantoro saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Jumat (8/1/2010).
Namun, kata dia, sebaiknya pembangunan kereta supercepat itu dibangun untuk lintas Jawa-Sumatera. "Saya belum tahu detailnya seperti apa, tapi kalau memang benar akan dibangun kereta supercepat, harusnya untuk lintas Jawa-Sumatera. Nah untuk rute Cirebon-Bandung-Jakarta itu, nanti masuk ke sistem transportasi makronya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kereta kan mahal pembiayaannya, nah itu harus diintegrasikan dengan guna lahan di sekitarnya. Biasanya jika ada pembangunan untuk transportasi, lahan di sekitarnya akan tumbuh. Harga lahan akan naik, nah ini harus dipikirkan dengan matang," tutur Kusbiantoro.
"Si investor yang bangun kereta api juga harus memikirkan pengembangan kota-kota di sekitarnya yang akan dilalui. Jadi nantinya ada subsidi silang. Si investor mendapatkan uangnya dari kota-kota di sekitarnya yang tumbuh," ujar Kusbiantoro.
15 perusahaan asing membentuk konsorsium dan menandatangani MoA proyek kereta api supercepat yang dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH) senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.
Rencananya proyek ini akan memasuki FS pada 11 Januari nanti dan memakan waktu 90 hari. Ditargetkan mega proyek ini akan selesai selama 2 tahun.
Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)
H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.
(ern/avi)











































