"Walaupun tidak selalu terjadi, masyrakat harus waspada karena berpotensi puting beliung," kata Susi.
Gulungan awan rendah tersebut, terang Susi, terjadi ketika saat panas menyengat disusul angin kencang dengan suhu dingin dan kemudian hujan deras.
Ia mengatakan gulungan awan itulah yang saat ini banyak ditemukan di wilayah Bandung dan sekitarnya. "Gulungan tidak terlalu luas, misalnya di Bandung hanya Bandung bagian selatan saja," ujarnya.
Ditambahkan Susi, fenomena tersebut bukan pertama kali terjadi dan sulit diprediksi kemunculannya. "Tetap waspada, karena bisa menimbulkan kerusakan seperti di Kabupaten Bandung," tegasnya.
(ahy/avi)











































