Pakar ITB: Kita Senang Membangun, Tapi Lemah Pemeliharaan

KA Supercepat

Pakar ITB: Kita Senang Membangun, Tapi Lemah Pemeliharaan

- detikNews
Kamis, 07 Jan 2010 18:15 WIB
Pakar ITB: Kita Senang Membangun, Tapi Lemah Pemeliharaan
Bandung - Proyek pembangunan kereta supercepat berbentuk monorel yang akan melalui Cirebon-Majalengka-Bandung-Jakarta-Soekarno Hatta, akan membutuhkan dana yang sangat besar. Sayang, jika teknologi tinggi yang baru pertama diterapkan di Indonesia ini nanti terbengkalai.

Menurut Pakar Transportasi dari ITB, Ofyar Z Tamin masyarakat Indonesia cenderung senang membangun, namun lemah dalam pemeliharaan. Berbeda dengan negara-negara maju seperti di Eropa atau Jepang.

"Bangsa kita itu terkenal bisa membangun tapi enggak bisa merawat. Jangan malah nanti sia-sia tak terurus padahal sudah mahal-mahal," paparnya saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman Sari, Kamis (7/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya pembangunan seluruh infrastruktur mega proyek kereta supercepat ini semuanya baru, mulai dari jalur kereta, jembatan, terowongan, dan stasiun yang pastinya dibuat baru, memakan biaya yang tidak sedikit.

"Seluruhnya pasti akan serba baru, itu sangat mahal. Untuk operasional kereta supercepat itu juga dibutuhkan SDM yang andal, dan pemeliharaan yang tinggi," ujarnya.

Pembangunan proyek berteknologi tinggi ini, dikatakan Ofyar bukan hal yang mudah dan sederhana. Dirinya juga yakin pembiayaan proyek ini pastilah bukan dana hibah yang diberikan begitu saja.

"Siapa yang mau bayar? Uang dari mana membangun itu semua? Kalau itu hibah sih ya silahkan, tapi saya yakin ini bukan hibah. Janganlah kita berutang untuk teknologi yang belum tentu cocok untuk kita," paparnya.

(avi/ern)


Berita Terkait