Menurut Pakar Transportasi dari ITB, Ofyar Z Tamin masyarakat Indonesia cenderung senang membangun, namun lemah dalam pemeliharaan. Berbeda dengan negara-negara maju seperti di Eropa atau Jepang.
"Bangsa kita itu terkenal bisa membangun tapi enggak bisa merawat. Jangan malah nanti sia-sia tak terurus padahal sudah mahal-mahal," paparnya saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman Sari, Kamis (7/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruhnya pasti akan serba baru, itu sangat mahal. Untuk operasional kereta supercepat itu juga dibutuhkan SDM yang andal, dan pemeliharaan yang tinggi," ujarnya.
Pembangunan proyek berteknologi tinggi ini, dikatakan Ofyar bukan hal yang mudah dan sederhana. Dirinya juga yakin pembiayaan proyek ini pastilah bukan dana hibah yang diberikan begitu saja.
"Siapa yang mau bayar? Uang dari mana membangun itu semua? Kalau itu hibah sih ya silahkan, tapi saya yakin ini bukan hibah. Janganlah kita berutang untuk teknologi yang belum tentu cocok untuk kita," paparnya.
(avi/ern)










































